PERKEMBANGAN ILMU PEGETAHUAN MASA UMAWIYAH
Nama Bani Umayyah berasal dari nama “Umayyah Ibn Abdi
Syams Ibnu Abdi Manaf, yaitu salah seorang pemimpin-pemimpin kabilah Quraisy di
zaman Jahiliyah. Dinasti Umayyah didirikan oleh Mu’awiyah bin Aby Sufyan, dan
berkuasa sejak tahun 661 sampai tahun 750 Masehi dengan ibukota Damaskus.Ia
juga mengganti sistem pemerintahan muslim yang semula bersistem musyawarah
(demokrasi) menjadi sistem Monarchy Herdity (Kekuasaan turun-temurun).
Pendirian
Bani Umayyah dilakukanya dengan cara menolak Ali menjadi khalifah, berperang
melawan Ali dan melakukan perdamaian (tahkim)
dengan pihak Ali yang secara politik menguntungkan Mu’awiyahPusat kegiatan
ilmiah pada masa Dinasti Umayah adalah Kota Basrah dan Kufah di Irak.
Perkembangan ilmu pengetahuan itu ditandai dengan munculnya
ilmuwan-ilmuwan muslim dalam berbagai bidang. Khalid bin Zayid bin
Mu'awiyah adalah orang pertama yang menerjemahkan buku tentang
astronomi, kedokteran dan kimia. Disamping itu, Khalid bin Yazid
merupakan seorang penyair dan orator yang terkenal.
Pada masa pemerintahannya, Khalifah Umar bin Abdul
Aziz , sering mengundang para ulama dan fuqaha untuk mengkaji ilmu dalam
berbagai majlis. Ulama-ulama lain yang muncul pada waktu itu adalah Hasan
al Basri, Ibnu Shihab az Zuhri dan Wasil bin Ata.
Pada masa pemerintahan Abdul Malik bin Marwan,
Bahasa Arab digunakan sebagai bahasa administrasi negara. Penggunaan
bahasa arab yang makin luas membutuhkan suatu panduan kebahasaan yang dapat
dipergunakan oleh semua golongan. Hal itu mendorong lahirnya seorang bahasawan
yang bernama Sibawaihi. Ia mengarang sebuah buku yang berisi pokok-pokok
kaidah bahasa Arab yang berjudul al-kitab. Buku tersebut bahkan
termashur hingga saat ini.
Bidang-bidang ilmu pengetahuan umum yang berkembang antara lain:
1. Ilmu Filsafat
Proses penerjemahan yang dilakukan
umat Islam pada masa dinasti bani abbasiyah mengalami kemajuan cukup besar.
Para penerjemah tidak hanya menerjemahkan ilmu pengetahuan dan peradaban
bangsa-bangsa Yunani, Romawi, Persia, Syiuria tetapi juga mencoba
mentransfernya ke dalam bentuk pemikiran. Diantara tokoh yang member andil
dalam perkembangan ilmu dan filsafat Islam adalah: Al-Kindi, Abu Nasr
al-Faraby, Ibnu Sina, Ibnu Bajjah, Ibnu Thufail, al-Ghazali dan Ibnu Rusyd.
2.
Ilmu Kalam
Menurut A. Hasimy lahirnya ilmu kalam karena dua factor: pertama, untuk
membela Islam dengan bersenjatakan filsafat. Kedua, karena semua masalah
termasuk masalah agama telah berkisar dari pola rasa kepada pola akal dan ilmu.
Diantara tokoh ilmu kalam yaitu: wasil bin Atha’, Baqilani, Asy’ary, Ghazali,
Sajastani dan lain-lain.
3.
Ilmu Kedokteran
Ilmu kedokteran merupakan salah satu
ilmu yang mengalami perkembangan yang sangat pesat pada masa Bani Abbasiyah
pada masa itu telan didirikan apotek pertama di dunia, dan juga telah didirikan
sekolah farmasi. Tokoh-tokoh Islam yang terkenal dalam dunia kedokteran antara lain Al-Razi
dan Ibnu Sina.
4.
Ilmu Kimia
Ilmu kimia juga termasuk salah satu ilmu pengetahuan yang dikembangkan oleh
kaum muslimin. Dalam bidang ini mereka memperkenalkan eksperimen obyektif. Hal
ini merupakan suatu perbaikan yang tegas dari cara spekulasi yang ragu-ragu
dari Yunani. Mereka melakukan pemeriksaan dari gejala-gejala dan mengumpulkan
kenyataan-kenyataan untuk membuat hipotesa dan untuk mencari
kesimpulan-kesimpulan yang benar-benar berdasarkan ilmu pengetahuan diantara
tokoh kimia yaitu: Jabir bin Hayyan.
5.
Ilmu Hisab
Diantara ilmu yang dikembangkan pada masa pemerintahan abbasiyah adalah
ilmu hisab atau matematika. Ilmu ini berkembang karena kebutuhand asar
pemerintahan untuk menentukan waktu yang tepat. Dalam setiap pembangunan semua
sudut harus dihitung denga tepat, supaya tidak terdapat kesalahan dalam
pembangunan gedung-gedung dan sebagainya. Tokohnya adalah Muhammad bin Musa al-Khawarizmi.
6. Ilmu Sejarah
Pada masa ini sejarah masih terfokus pada tokoh atau peristiwa tertentu,
misalnya sejarah hidup nabi Muhammad. Ilmuwan dalam bidang ini adalah Muhammad
bin Sa’ad, Muhammad bin Ishaq
7. Ilmu Bumi
Ahli ilmu bumi pertama adalah Hisyam
al-Kalbi, yang terkenal pada abad ke-9 M, khususnya dalam studynya mengenai
bidang kawasan arab.
8. Ilmu Astronomi
Tokoh astronomi Islam pertama adalah
Muhammad al-fazani dan dikenal sebagai pembuat astrolob atau alat yang
pergunakan untuk mempelajari ilmu perbintangan pertama di kalangan muslim.
Selain al-Fazani banyak ahli astronomi yang bermunculan diantaranya adalah
muhammad bin Musa al-Khawarizmi al-Farghani al-Bathiani, al-biruni, Abdurrahman
al-Sufi.
Selain ilmu pengetahuan umum dinasti abbasiyah juga memperhatikan
pengembangan ilmu pengetahuan keagamaan antara lain:
a.
Al Ulumus Syari’ah, yaitu ilmu-ilmu Agama Islam, seperti Fiqih, tafsir
Al-Qur’an dan sebagainya.
b.
Al Ulumul Lisaniyah, yaitu ilmu-ilmu yang perlu untuk memastikan bacaan Al
Qur’an, menafsirkan dan memahaminya.
c.
Tarikh, yang meliputi tarikh kaum muslimin dan segala perjuangannya, riwayat
hidup pemimpin-pemimpin mereka, serta tarikh umum, yaitu tarikh bangsa-bangsa
lain.
d.
Ilmu Qiraat, yaitu ilmu yang membahas tentang membaca Al Qur’an. Pada
masa ini termasyhurlah tujuh macam bacaan Al Qur’an yang terkenal dengan Qiraat
Sab’ah yang kemudian ditetapkan menjadi dasar bacaan, yaitu cara bacaan yang
dinisbahkan kepad acara membacayang dikemukakan oleh tujuh orang ahli qraat,
yaitu Abdullah bin Katsir (w. 120 H), Ashim bin Abi Nujud (w. 127 H), Abdullah
bin Amir Al Jashsahash (w. 118 H), Ali bin Hamzah Abu Hasan al Kisai (w. 189
H), Hamzah bin Habib Az-Zaiyat (w. 156 H), Abu Amr bin Al Ala (w. 155 H), dan
Nafi bin Na’im (169 H).
e.
Ilmu Tafsir, yaitu ilmu yang membahas tentang undang-undang dalam menafsirkan
Al Qur’an. Pada masa ini muncul ahli Tafsir yang terkenal seperti Ibnu
Abbas dari kalangan sahabat (w. 68 H), Mujahid (w. 104 H), dan Muhammad
Al-Baqir bin Ali bin Ali bin Husain dari kalangan syi’ah
f.
Ilmu Hadis, yaitu ilmu yang ditujukan untuk menjelaskan riwayat dan sanad
al-Hadis, karena banyak Hadis yang bukan berasal dari Rasulullah.
Diantara Muhaddis yang terkenal pada masa ini ialah Az Zuhry (w. 123 H), Ibnu
Abi Malikah (w. 123 H), Al Auza’i Abdur Rahman bin Amr (w. 159 H), Hasan Basri
(w. 110 H), dan As Sya’by (w. 104 H).
g.
Ilmu Nahwu, yaitu ilmu yang menjelaskan cara membaca suatu kalimat didalam
berbagai posisinya. Ilmu ini muncul setelah banyak bangsa-bangsa yang
bukan Arab masuk Islam dan negeri-negeri mereka menjadi wilayah negara
Islam. Adapun penyusun ilmu Nahwu yang pertama dan membukukannya seperti
halnya sekarang adalah Abu Aswad Ad Dualy (w. 69 H). B=Beliau belajar
dari Ali bin Abi Thalib, sehingga ada ahli sejarah yang mengatakan bahwa Ali
bin Abi Thalib sebagai Bapaknya ilmu Nahwu.
h.
Ilmu Bumi (al- Jughrafia). Ilmu ini muncul oleh karena adanya kebutuhan
kaum muslimin pada saat itu, yaitu untuk keperluan menunaikan ibadah Haji,
menuntut ilmu dan dakwah, seseorang agar tidak tersesat di perjalanan, perlu
kepada ilmu yang memebahas tentang keadaan letak wilayah. Ilmu ini pada
zaman Bani Umayyah baru dalam tahap merintis.
Geen opmerkings nie:
Plaas 'n opmerking